BONUS DEMOGRAFI
Pada
tahun 50-an Indonesia mengalami kondisi demografis yang tidak menguntungkan
yakni angka pertumbuhan penduduk rendah. Namun seiring dengan perkembangan
teknologi dan program kesehatan masyarakat yang meningkat sejak tahun 1960
Indonesia mengalami pertambahan penduduk yang tinggi. Angka beban tanggungan
meningkat dengan cepat, angka ini merupakan perbandingan antara banyaknya orang
yang tidak produktif dengan banyaknya orang golongan usia produktif. Untuk
mengatasi masalah tersebut Pemerintah Indonesia sejak tahun 1969 melaksanakan
program Keluarga Berencana (KB) dan turut menandatangani Deklarasi PBB tentang
Kependudukan. Dampak dari keberhasilan program KB (turunnya pertumbuhan
penduduk) mengakibatkan terjadinya
perubahan struktur umur penduduk yaitu jumlah penduduk usia produktif terus
meningkat sementara jumlah penduduk usia non-produktif semakin menurun. Keadaan ini di satu sisi
mengindikasikan telah terjadi penurunan persentase penduduk sebagai beban
pembangunan (dependency ratio) sementara di sisi lain juga merupakan suatu
jendela kesempatan (window of opportunity) karena penduduk tidak lagi menjadi
beban bahkan menguntungkan pembangunan (Bonus Demografi/BD).
ASEAN Free Trade Area (AFTA)
merupakan wujud dari kesepakatan dari negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu
kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan
regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia serta serta
menciptakan pasar regional bagi 500 juta penduduknya. Awalnya AFTA ditargetkan
ASEAN FreeTrade Area (AFTA) merupakan wujud dari kesepakatan dari negara-negara
ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan
daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis
produksi dunia akan dicapai dalam waktu 15 tahun (1993-2008), kemudian
dipercepat menjadi tahun 2003, dan terakhir dipercepat lagi menjadi tahun
2002.Skema Common Effective Preferential Tariffs For ASEAN Free Trade Area (
CEPT-AFTA) merupakan suatu skema untuk 1 mewujudkan AFTA melalui : penurunan
tarif hingga menjadi 0-5%, penghapusan pembatasan kwantitatif dan
hambatan-hambatan non tarif lainnya.Perkembangan terakhir yang terkait dengan
AFTA adalah adanya kesepakatan untuk menghapuskan semua bea masuk impor barang
bagi Brunai Darussalam pada tahun 2010, Indonesia, Malaysia, Filipina,
Singapura dan Thailand, dan bagi Cambodia, Laos, Myanmar dan Vietnam pada tahun
2015.
Masalah perekonomian
merupakan masalah yang tiada batasnya. Indonesia merupakan salah satu dari 3
negara Asia, disamping China dan India yang tetap tumbuh positif saat Negara
lain terpuruk akibat krisis finansial global. Ini merupakan suatu prestasi dan
optimisme bagi masa depan perekonomian Indonesia. Dengan kondisi ini, pemerintah
mengadakan Asean-China Trade Agreement (ACFTA) guna menghadapi persaingan
global. Persaingan global
merupakan momok yang mengerikan bagi para pengusaha industry terutama industri
menengah dan kecil. Dengan adanya ACFTA, hal ini menjadi monster yang
menyeramkan. Permasalahan ekonomi kerap kali muncul mengenai berbagai pemenuhan
kebutuhan masyarakat yang semakin beragam dan meningkat. Maka dari itu, dampak
akan perekonomian Indonesia adanya perjanjian AFTA-China harus lebih
diperhatikan. Hal ini perlu adanya solusi, pemikiran dan sikap/ mental yang
harus dipersiapkan dalam menghadapi persaingan global ini.
Pertumbuhan ekonomi suatu negara
merupakan hal yang sangat penting dicapai karena setiap negara menginginkan
adanya proses perubahan perekonomian yang lebih baik dan ini akan menjadi
indikator keberhasilan pembangunan ekonomi suatu negara. Percepatan tersebut,
mulai dari melakukan pembenahan internal kondisi perekonomian disuatu
negara bahkan sampai melakukan kerjasama internasional dalam segala bidang
untuk dapat memberikan kontribusi positif demi percepatan pertumbuhan ekonomi.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu faktor sumber daya manusia, faktor
sumber daya alam, faktor ilmu pengetahuan dan teknologi, faktor budaya
dan faktor daya modal. Lalu, jika melihat bagaimana Indonesia mengelola kelima
faktor tersebut, beberapa faktor masih belum dapat dimaksimalkan untuk itu
Indonesia dan sembilan negara lainnya membentuk ASEAN Community 2015 atau
Komunitas ASEAN 2015 dengan tujuan yang baik.
PERDAGANGAN INTERNASIONAL
1. AFTA
Perdagangan bebas adalah sebuah
konsep ekonomi yang mengacu kepada penjualan produk antar negara tanpa pajak
ekspor impor atau hambatan perdagangan lainnya. AFTA Sendiri dibentuk pada
waktu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke IV di Singapura tahun 1992.
Tujuan AFTA adalah meningkatkan daya saing ekonomi negara-negara ASEAN dengan
menjadikan ASEAN sebagai basis produksi pasar dunia, untuk menarik investasi
dan meningkatkan perdagangan antar anggota ASEAN. Keuntungan adanya AFTA yaitu
Indonesia bisa memasukkan barang dagangan ke negara lain tanpa syarat- syarat
yang susah.
Kerugian adanya AFTA yaitu barang
dari luar negeri terutama China lebih murah sehingga dapat menyebabkan barang
domestik tidak dibeli. Ujung-ujungnya PHK tenaga kerja dan penggangguran
meningkat.
2. ACFTA
Peranan
Investasi dalam Pembangunan Perekonomian antar negara semakin berkaitan erat,
keadaan ekonomi di sebuah negara dengan cepat dan mudah merambah ke
negara-negara lain. Dalam situasi seperti sekarang globalisasi mengubah
struktur perekonomian dunia secara fundamental. Interdependensi perekonomian
negara semakin erat, keeratan interdependensi ini bukan saja berlangsung antara
negara maju, tapi juga antara negara
berkembang dan negara maju. China telah memberikan pelajaran yang sangat
berharga mengenai bagaimana seharusnya negara mampu bertindak dan berperan
dalam ekonomi politik global sekarang ini. Disini Negara mampu menainkankan
perusahaan yang efektif dalam menjaga integrasi pasar untuk selalu dalam skala
relatif yang disesuaikan dengan kondisi dan tidak menyerahkan sepenuhnya kepada
totalitas pasar.
Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 bukan hanya sekedar tempat
bertemunya semua negara ASEAN tapi bisa dilihat sebagai ajang pertandingan ekonomi.
Mengenai kesiapan Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015
mungkin banyak penilaian bahwa Indonesia
belum siap tapi terlepas dari kesiapan Indonesia sangat mempunyai potensi dan
juga modal yang kuat karena memiliki wilayah geografis yang luas serta
ditunjang dengan Sumber Daya Alam yang melimpah, apabila dapat dikelola dengan
baik bukan hal yang tidak mungkin Indonesia menjadi pemenang di era perdagangan
bebas nanti.
3. Masyarakat Ekonomi Asean ( MEA )
Sebaiknya Indonesia menerapkan
redenominasi karena banyak manfaat yang bisa diambil terutama terhadap
penyetaraan ekonomi Indonesia dalam menghadapi era MEA 2015. Untuk kesuksesan
akan hal ini diperlukan adanya dukungan yang kuat dari seluruh lapisan
masyarakat, baik dari pemerintah, parlemen, otoritas terkait , maupun pelaku
bisnis. Selain itu, pemerintah juga sebaiknya membuat landasan hukum yang kuat
untuk redenominasi.
Dari sisi lain kita harus
menghilangkan keraguan dan kekhawatiran mengenai kurang siapnya SDM di
Indonesia, Infrastruktur, serta ketakutan akan matinya sektor usaha khususnya
kelas mikro, kecil dan menengah. Semua itu mempunya jalan keluar yang
sudah bisa direalisasikan hanya butuh
kesadaran, komitmen, fokus dan kerja keras dari semua pihak untuk bersama-sama
mensukseskan program ini, sehingga Indonesia akan mendapatkan manfaat lebih
banyak yang tercermin dari tumbuh pesatnya pembangunan ekonomi di Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar